Kadang ada kalanya kita harus berhenti untuk merasa jadi ‘korban’.
Karena barangkali memang kita yang salah dan perlu introspeksi diri.

241217 ~ 1856
Iklan

#Quote #Quotes #quotesbyme #quoteslife

*abaikan temanya yang suram itu πŸ˜‚* Jadi saya cuma mau kasih tau, sekarang saya lebih sering NGEBLOG pakai HP.

Capek? Iya. Pegellah jempol jadinya πŸ˜‚ Tapi cem mana punya dua anak. Kalo harus nyalain laptop dulu kelamaan. Mana laptop saya sekarang udah mulai eror. Ngambek kali dia karena kelamaan nggak dipake πŸ˜‚

Jadilah sekarang pakai hp aja. Udah digenggaman tiap hari, cus tinggal ngetik aja. Meski layarnya nggak selebar laptop, tapi tetap membantulah. Apalagi kalo cuma postingan-postingan ringan. Gampil lah pake hp mah wkwk *sombong πŸ˜‚* Nah di atas itu adalah salah satu aplikasi yang saya pakai untuk pendukung ngeblog pakai hp. Soalnya saya denger blogger lain banyak yang pake Ms. Word. Buat saya itu nggak lengkap. Mending pake WPS Office ini. LEBIH LENGKAP! Karena ada semuanya. Ada Word, Excel, Power Point, sampai PDF.

Ditambah, kita nggak perlu install Word Count lagi. Karena di WPS ini sudah ada jumlah penghitung katanya. Ah pokoknya lengkap deh 😍 Makanya saya jatuh cinta banget sama aplikasi ini.

Biasanya urutan saya begini: nulis di notes lalu copy – paste deh di WPS, pilih yang New Document ya – hitung jumlah katanya lewat tab yang ada di paling bawah dan pilih View, lalu pilih Word Count.

Udah deh, kalo udah sesuai tinggal pindahin ke dashboard blognya. Lewat Chrome aja. Tinggal paste. Edit-edit. Publish deh. 😊

Begitu. Ada yang masih kurang? Atau perlu saya tulis di blog juga?

Hanya renungan pagi ini.

Ketika kita sedang mengoreksi kesalahan orang lain, semoga hanya satu kesalahan itulah yang kita fokuskan. Bukan lantas esoknya mencari-cari kesalahan lainnya sampai kita merasa sombong karena tak mampu melihat kesalahan diri sendiri 😊
#DelinaQuotes #Quote #Quotes #Renungan

Ketika banyak informasi sudah dipenuhi propaganda. Tidak tahu mana yang benar, yang mana yang bisa dipercaya.

Ketika manusia saling merasa dirinya paling benar. Hingga akhirnya menimbulkan perpecahan di sana sini, bahkan perang antar saudara.

Maka hanya Allah satu-satunya tempat kembali kita. Tempat kita bisa percaya seutuhnya.

Dan sungguh, hanya kematian pelajaran sebaik-baiknya. Saat itulah kita hanya peduli dengan amalan-amalan apa yang akan kita bawa.

“Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [al-An’Òm/6: 32]

#DelinaQuotes #Quote #Quotes

Ada yang salah?

Mungkin inilah yang dinamakan “saat satu jari kita menunjuk orang lain, sesungguhnya empat jari lain sedang menunjuk diri kita sendiri.” Ya, semut di seberang mata terlihat. Tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat 😊

Kita bisa seperti sekarang tersebab Allah masih menutup aib-aib kita. Bilamana Allah sudah membukanya, mungkin takkan ada yang mau (bahkan sekadar) mendekat pada kita πŸ˜₯

#DelinaQuotes #Quote #Quotes

Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka orang juga tidak slalu bisa menyenangkan kita.

Sederhananya seperti sebuah buku. Bagi saya, mungkin bukunya bagus. Tapi bagi kamu, bisa jadi tidak menarik. Bagi kamu, mungkin spesial. Tapi bagi saya biasa-biasa saja. Itu artinya perbedaan pasti.

Begitu juga soal perasaan. Kamu tidak bisa bilang bahwa saya mudah terbawa perasaan alias baper. Sama dengan saya yang tidak bisa menerka perasaanmu. Satu kata bisa jadi sensitif bagi saya. Tapi kamu bisa menanggapinya dengan santai. Satu kata buat saya bisa saja hanya candaan. Tapi bagi kamu, itu cukup menyinggung perasaan. Perasaan kita berbeda. Dan itu hanya diri kita sendiri yang tahu.

Maka pada akhirnya, kita tidak bisa menuntut orang untuk mengikuti apa mau kita. Karena balik lagi ke poin pertama, orang tidak slalu bisa menyenangkan kita karena kita pun tidak bisa menyenangkan semua orang. Jadi, satu-satunya yang bisa mengendalikan diri kita adalah kita sendiri. Karena kita yang tahu diri kita. Karena kita yang tahu perasaan kita 😊